mendaki gunung

Mendaki gunung ialah kegiatan yang paling tidak sedikit diminati anak muda. Selain dapat merasakan keindahan langka di puncak gunung, memanjat gunung juga dapat melatih jasmani dan mental. Tak melulu itu saja, sadarkah anda bahwa memanjat gunung pun mengajarkan kita mengenai filosofi hidup, lho.Apa saja? Berikut ialah serangkaian filosofi naik gunung yang dikutip https://betwin188.website/ sehubungan dengan perjalanan hidup!

1.      Sebelum mendaki, anda harus memutuskan tujuan terlebih dahulu,inginkan sampai puncak gunung atau tidak. Begitu pula dalam hidup.

2.      Tujuan orang memanjat gunung berbeda-beda. Kamu mesti dapat menilai keterampilan diri sendiri serta kemauan yang anda miliki. Mendaki gunung tidak mesti hingga puncak, kamu dapat saja nge-camp di setengah jalur pendakian, laksana di Ranu Kumbolo yang terdapat di Gunung Semeru.

3.      Hidup tersebut seperti naik gunung. Sebelum mengerjakan sesuatu,anda harus memutuskan dan memikirkan apa tujuan hidupmu. Tidak butuh mencontoh orang lain, tetapkan sesuatu yang anda yakin dapat capai. Serta anda harus tahu apa yang benar-benar jadi keinginanmu yang bakal membuatmu bahagia. Siapkan rencana. Mulai semua perlengkapan dan situasi tubuh demidapat mencapai target yang hendak kamu gapai.Dalam menjalani hidup juga begitu. Kita mesti tidak jarang kali memulai tahapan dengan perencanaan matang supaya semua berlangsung dengan baik-baik saja.3. Kamu dapat mendaki sendirian, tetapi akan lebih baik andai kamu berjalan bareng teman.Medan dan kondisi yang berat bakal terasa lebih ringan bila kamu mempunyai teman seperjalanan. Alangkah baiknya anda mencari rekan yang mau memanjat bersamamu. Sendiri memang membuatmu melangkah lebih cepat, namun bareng teman bakal membuatmu melangkah lebih jauh.Begitu pula dengan hidup. Meski anda merasa dapat jalan sendirian, percayalah anda tetap perlu teman atau pendamping guna menjalani hidup.

4. Kamu bakal menyadari bahwa ini bukan mengenai menaklukan gunung,namun menaklukan diri sendiri.Tantangan dan kondisi yang berat bakal membuatmu beranggapan untuk menyerah. Kelelahan, oksigen yang menipis dan hawa yang dingin, dalil yang lumayan bagimu guna menyerah. Kamu bakal sadar, bahwa memanjat bukan mengenai menaklukan alam, namun menaklukan diri sendiri.Begitu pula dengan hidup. Menjadi hebat bukan mengenai menaklukkan dunia dan seisinya, namun menaklukan ego diri sendiri dan menguasai diri.5. Mencapai puncak tujuan perlu perjuangan dan pengorbanan. Bukankah perjalanan hidup pun begitu?Puncak gunung yang jadi tujuanmu mendaki memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang tidak sedikit. Setiap pendaki pasti menikmati hal ini. Tak terdapat pesawat atau kendaraan yang mempermudah perjalanan.6. Jika kamu hendak mendapatkan atau menyaksikan sesuatu yang mengagumkan, keluarlah dari zona nyaman.Gunung bukan adalahzona nyaman untuk setiap orang. Perjalanan ke puncak gunung dan menemukan pemandangan estetis itu perlu proses yang tak gampang. Mendaki gunung menunjukkan anda berani terbit dari zona nyaman dan meninggalkan fasilitas hidup ketika di perkotaan.Sama dengan menjalani hidup. Kesuksesan tidak jarang kali datang untuk orang yang berani terbit dari zona nyaman. Kesuksesan ialah milik orang yang menerima dan melalui tantangan.

7. Ketahuilah, tubuh anda bukan mesin. Sesekali kita perlu istirahat sejenak.Saat memanjat gunung anda akan tahu terdapat batasan untuk tubuhinsan untuk beraktivitas. Agar perjalananmu dapat sampai puncak, kamu perlu istirahat untuk memenuhi ulang energimu. Begitu pula dalam hidup, di sela-sela kesibukanmu bekerja atau kuliah, kamu perlu mengistirahatkan tubuhmu. Bisa pun liburan, main sama teman-teman atau bercengkrama dengan keluarga. Karena memang, tanpa “istirahat” hidupmu malah tak bakal bahagia

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *